250 KK di Kelurahan Panunggangan Utara Mengalami Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Gunakan Fasilitas Umum

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG; Tangeranghits.id- Ratusan warga di kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terpaksa harus mengunakan air bersih pasilitas umum, akibat kemarau berkepanjangan membuat sumur bor milik warga mengering.

Dari informasi yang dihimpun sekitar 250 kepala keluarga (KK) di RW 04 Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, mengalami krisis air bersih sejak awal Oktober 2026.

Ketua RW 04 Panunggangan Utara Asriyanto mengungkapkan, kekeringan yang mulanya hanya berdampak pada belasan rumah di RT 03 kini telah meluas ke lima wilayah RT, yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 07, dan RT 08.

Menurutnya, kekeringan yang dialami oleh warga merupakan kondisi terparah yang pernah terjadi di tahun ini.

“Laporan pertama masuk pada awal Oktober dari RT 03. Namun memasuki pertengahan bulan, krisis air meluas hampir merata di seluruh lingkungan RW 04,” ujar Asriyanto, Minggu 18 Oktober 2026.

Sebelum bantuan dari pemerintah tiba, Kata Asriyanto, warga sempat mengandalkan air dari masjid, mushala, hingga membeli air galon isi ulang. Namun, pasokan air isi ulang kerap terlambat akibat keterbatasan pengiriman dari pihak penjual. Bahkan, sejumlah warga pendatang terpaksa menggunakan fasilitas umum seperti toilet SPBU untuk mandi dan buang air.

Menanggapi krisis tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang baru mulai mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki sejak Sabtu 17 Oktober 2026. Hingga kini, sebanyak tiga unit mobil tangki telah menyalurkan air secara bergantian ke wilayah terdampak.

Kendati demikian, pengurus RT/RW menilai distribusi bantuan air tangki dari BPBD belum maksimal karena jadwal pengiriman yang belum rutin setiap hari.

Pihak RW mengusulkan beberapa langkah konkret kepada Pemerintah Kota Tangerang, berupa penyediaan Toren Permanen di titik strategis RW 04 untuk memudahkan pengambilan air warga.

Selain itu, pembangunan sumur umum sebagai alternatif sumber air darurat saat musim kemarau, serta perluasan jaringan PDAM yang selama ini belum terjangkau.

Warga berharap Pemkot Tangerang segera merespons krisis ini dengan solusi yang berkelanjutan mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital sehari-hari warga.( Dra)

Berita Terkait

Lewat Inovasi CLBK, Kantah Kota Tangerang Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Rumah Warga
Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi
Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai, Polresta Tangerang Sasar Pengendara Tak Tertib
Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas
Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors
Pelajar SMP di Legok Tewas dalam Kecelakaan, Keluarga Sebut Korban Sempat Dikejar Sekelompok Pelajar
Aksi Kemanusiaan PMI Kecamatan Pinang Salurkan Air Galon Minum Ke Warga Terdampak Krisis Air Bersih
Kejari Kabupaten Tangerang Kembalikan Mobil Daihatsu Gran Max kepada Saksi, Tegaskan Layanan Gratis

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:26

Lewat Inovasi CLBK, Kantah Kota Tangerang Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Rumah Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:40

Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:46

Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:03

Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:12

Pelajar SMP di Legok Tewas dalam Kecelakaan, Keluarga Sebut Korban Sempat Dikejar Sekelompok Pelajar

Berita Terbaru