Pelajar SMP di Legok Tewas dalam Kecelakaan, Keluarga Sebut Korban Sempat Dikejar Sekelompok Pelajar

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN TANGERANG; Tangeranghits.id – Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) berinisial A meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Selasa 20 Oktober 2026. Keluarga korban menduga kecelakaan tersebut terjadi saat A bersama dua temannya berusaha melarikan diri dari kejaran sekelompok pelajar.

Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika korban bersama dua temannya hendak mengunjungi rumah seorang guru. Mereka sempat menunggu seorang teman di sekitar SMP PGRI 134 Legok.

Saat berada di lokasi, tiga orang yang berboncengan sepeda motor melintas dan diduga menghentikan korban bersama teman-temannya. Kelompok tersebut kemudian mempertanyakan asal sekolah mereka.

Elis Nia, tante korban mengatakan, informasi awal mengenai kejadian itu diperoleh keluarga dari salah seorang teman korban yang selamat.

“Awalnya mereka mau ke rumah guru, lalu menunggu teman di area dekat SMP PGRI 134 Legok. Menurut saksi yang selamat, ada tiga orang yang diduga pelaku berboncengan melintas di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu 24 Oktober 2026.

Merasa terancam, A yang mengendarai sepeda motor berusaha menghindar dengan memutar arah. Namun, menurut keterangan keluarga, korban dan kedua temannya diduga terus dikejar hingga kawasan Caringin, Legok.

Dalam perjalanan, sepeda motor yang mereka tumpangi sempat terjatuh di dekat SPBU Caringin. Ketiganya kemudian bangkit dan kembali melanjutkan perjalanan. Keluarga menyebut kelompok yang diduga mengejar mereka kembali mendekat hingga ke kawasan pabrik.

Diduga Kehilangan Kendali Saat Mendahului Truk

Dalam situasi tersebut, sepeda motor yang dikendarai A diduga kehilangan kendali saat berusaha mendahului sebuah truk. Kendaraan korban kemudian menabrak truk tersebut.

Tante korban menuturkan, kecelakaan itu terjadi setelah korban dan kedua temannya berulang kali berusaha menghindari kelompok yang diduga mengejar mereka.

“Mereka jatuh di dekat SPBU Caringin, tetapi bangkit lagi karena pelaku terus mendekat. Mereka dikejar lagi, lalu jatuh di pabrik dekat situ,” katanya.

Menurut penuturan keluarga, kelompok pelajar yang diduga mengejar korban sempat melontarkan ejekan setelah kecelakaan terjadi, sebelum meninggalkan lokasi.

Usai kejadian, A dibawa ke klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sekitar satu setengah jam kemudian, korban dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis.

Namun, nyawa A tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB.

Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan dua teman korban mengalami cedera. Salah seorang di antaranya mengalami luka ringan, sementara teman lainnya harus menjalani operasi akibat cedera pada bagian tangan.

Keluarga Minta Kejelasan Penanganan

Keluarga korban berharap peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dan diusut secara menyeluruh, terutama terkait dugaan pengejaran yang disebut terjadi sebelum kecelakaan.

Mereka juga berharap pihak yang terbukti terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap pelaku bisa dihukum. Sudah lima hari keponakan kami meninggal, tetapi beritanya tidak heboh seperti yang di Serpong,” ujar tante korban.

Hingga berita ini disusun, kronologi berdasarkan keterangan keluarga tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak kepolisian. Dugaan keterlibatan pelajar lain, rangkaian pengejaran, serta kaitannya dengan kecelakaan yang menewaskan A perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat berwenang.(zie)

Berita Terkait

Lewat Inovasi CLBK, Kantah Kota Tangerang Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Rumah Warga
Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi
Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai, Polresta Tangerang Sasar Pengendara Tak Tertib
Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas
Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors
Aksi Kemanusiaan PMI Kecamatan Pinang Salurkan Air Galon Minum Ke Warga Terdampak Krisis Air Bersih
Kejari Kabupaten Tangerang Kembalikan Mobil Daihatsu Gran Max kepada Saksi, Tegaskan Layanan Gratis
Ratusan anak muda dan Warga memeriahkan KNPI Colour Night Run 5K Tangerang 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:26

Lewat Inovasi CLBK, Kantah Kota Tangerang Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Rumah Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:40

Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:46

Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:03

Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:12

Pelajar SMP di Legok Tewas dalam Kecelakaan, Keluarga Sebut Korban Sempat Dikejar Sekelompok Pelajar

Berita Terbaru