KOTA TANGERANG; Tangeranghits.id-
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI)
menyelenggarakan Simposium Energi Nasional yang bertema “Ketahanan Energi Nasional Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan”.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Grand Chapel, Gedung C Lantai 6, Kampus Utama
Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, pada Kamis 15 Oktober 2026, dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Simposium ditutup dengan penyerahan Deklarasi Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional kepada Pemerintah.
Simposium ini menjadi ruang yang sangat berarti untuk menghimpun pandangan, ide, gagasan, serta semangat perubahan dari pemerintah, akademisi, praktisi, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
Seluruh masukan tersebut diarahkan untuk mendorong lahirnya pemikiran strategis dan rekomendasi nyata bagi kemajuan sektor energi Indonesia.
Tema simposium sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya tentang kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan tentang hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Dalam kegiatan Simposium ada Tiga Sesi, mulai dari Kebijakan hingga Daerah 3T.
Sesi 1.
Implementasi Kebijakan Energi Nasional dan RUPTL 2025–2034. Diskusi dilantik oleh Executive Vice President (EVP) Perencanaan Strategis Pembangkitan PT PLN Persero, Parulian Noviandri, ST., MME
dan dipandu Dr. Ir. Rocky Paotonan, P.Eng. (DPP PIKI). Penanggap: Husni Safruddin, S.T., M.T. Koordinator Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Penyediaan Tenaga Listrik dan Prof. Dr. Johni Numberi Anggota Dewan Energi Nasional (DEN).
Sesi 2
Energi Nuklir untuk Ketahanan Energi. Diskusi dipantik Dr. Ir. Jupiter Sitorus Pane (PIKI) dan dipandu Dr. Sampe Purba (DPP PIKI). Penanggap: Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, DitJen Minerba Cecep Moch Yasin, S.T., Msc dan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi dan Mutu Nuklir BRIN Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU.
Sesi 3
Peningkatan Akses dan Distribusi Energi di Wilayah 3T melalui Kebijakan Ketenagalistrikan Off-Grid. Diskusi dipantik Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk dan dipandu Dr. Lusiana Idawati (DPP PIKI). Penanggap: Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu s rta K tua DPRD Nias Utara Ya’aman Telaumbanua.
Simposium dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia Tony Wenas. Ketua Dewan Pakar DPP PIKI sekaligus
Pendiri dan Ketua Pembina dan pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan Dr. James Riady.
Ketua Umum DPP PIKI sekaligus Menteri PKP Maruarar Sirait, S.IP. memberikan sambutan dan diikuti dengan penyerahan bantuan usaha secara pribadi dan juga bagian dari Panitia Natal 2025 bagi 20 pelaku.
Deklarasi
Pandangan yang Sama tentang Energi Buah pemikiran simposium dirumuskan dalam Deklarasi Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional, yang ditandatangani Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait, S.IP. dan Tony Wenas.
Dalam deklarasi tersebut, PIKI bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memiliki pandangan pandangan pandangan yang sama bahwa energi merupakan sektor strategis dan vital bagi ketahanan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
PIKI hadir dengan kapasitas intelektual para cendekiawan, akademisi, dan profesionalnya serta jaringan di berbagai daerah sebagai mitra strategis
dalam pembangunan energi nasional.
Berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 dan Kebijakan Energi Nasional dalam PP Nomor 40 Tahun 2025, deklarasi memuat lima komitmen bersama:
1. Bauran Energi Nasional yang berkelanjutan untuk menjawab peningkatan kebutuhan energi menuju Indonesia Maju 2045 dan Net Zero Emission 2060.
2. Akselerasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang aman, rendah karbon, berkelanjutan, merata, berkelanjutan, serta menjunjung tinggi keselamatan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
3. Akses energi sebagai kebutuhan dasar rakyat melalui dukungan anggaran, pengembangan teknologi, pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
4. Percepatan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan dukungan kapasitas intelektual dan jaringan PIKI di berbagai daerah.
5. Percepatan pemerataan elektrifikasi hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar, terpencil, dan pulau kecil berpenduduk).
Wakil Ketua Umum DPP PIKI yang juga Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan, ketahanan energi harus dibangun melalui perencanaan yang matang, penguasaan teknologi, kebijakan yang konsisten, serta keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.
Ketersediaan energi tidak boleh hanya dinikmati oleh pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menjadi semangat utama yang melandasi penyelenggaraan simposium ini” ujar Tony dalam sambutanya.
Sebagai ketua steering committee panitia simposium, Tony Wenas juga menyampaikan laporan, Simposium ini diselenggarakan untuk memberikan masukan dan penguatan terhadap
pemerintah terkait dengan ketahanan energi.
“Kami akan menyerahkan rekomendasi kepada pemerintah berkenaan dengan ketahanan energi. Semoga Pak Menteri Bahlil setuju dengan rekomendasi yang sudah kami siapkan” ungkapnya.
Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait dalam sambutannya menyampaikan
visi dan misi PIKI. PIKI harus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. “Menjadi Kristen yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tetapi menjadi berkat bagi semua,” ujar Maruarar Sirait.
Lebih lanjut Maruarar Sirait, juga berterima kasih atas kehadiran Bupati Nias Utara, Ketua DPRD Nias juga kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir.
Selain itu, Maruarar Sirait menyampaikan
bantuan dari PIKI dan Panitia Natal Nasional 2025 kepada 20 pelaku usaha UMKM. Maruarar Sirait juga mengajak seluruh yang hadir bernyanyi lagu Hidup Ini Adalah Kesempatan secara bersama-sama.
Sementara itu, Dalam sambutannya Mentri SDM Bahlil Lahadalia, mengapresiasi inisiatif pelaksanaan Simposium Energi Nasional PIKI dan menyambut baik atas policy brief yang dimuat sebagai bagian dari semangat bersama membangun ketahanan energi Indonesia.“Gagasan PIKI selaras dengan apa yang menjadi program prioritas kementrian ESDM. Dan akan menjadikan masukan PIKI sebagai pijakan bagi berbagai program kebijakan kementerian
ESDM.” Ujarnya.
Kegiatan Simposium ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri secara bersama-sama yang juga menjadi
komitmen PIKI dan seluruh yang hadir dalam simposium. (Dra)







