TANGERANG SELATAN; Tangeranghits.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mempercepat penyelesaian sejumlah venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 80 persen, Pemkot Tangsel menargetkan seluruh fasilitas pertandingan siap digunakan sebelum kompetisi dimulai pada November mendatang.
Dari total 60 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, sebagian besar akan digelar di wilayah Tangsel. Namun, lima cabor dijadwalkan berlangsung di luar daerah karena membutuhkan fasilitas khusus yang belum sepenuhnya tersedia di kota tersebut.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan, peninjauan venue terus dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk memenuhi standar teknis pertandingan.
Peninjauan tersebut mencakup sejumlah lokasi, di antaranya Kodiklat TNI, kawasan Serpong Paradise, Ciater Permai, hingga Stadion Kera Sakti di kawasan Puspitek, Serpong, yang akan menjadi salah satu lokasi pertandingan sepak bola.
“Jadi kita melihat kesiapan venue dari cabor yang akan segera dipertandingkan dan insyaallah dalam waktu dekat semua venue sudah siap,” kata Pilar saat meninjau Stadion Kera Sakti, Selasa 27 Oktober 2026.
Menurut Pilar, sejumlah venue masih menjalani tahap penyelesaian akhir. Meski demikian, Pemkot Tangsel optimistis seluruh fasilitas dapat dirampungkan sesuai target sehingga layak digunakan saat pertandingan berlangsung.
“Progres 80 persen, jadi nanti pada saat hari H semuanya sudah siap, standar digunakan untuk pertandingan,” ujarnya.
Salah satu fasilitas yang masih membutuhkan penyempurnaan adalah venue sepatu roda di kawasan Ciater Permai. Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan pagar dan pengecatan lintasan.
Pilar memastikan, penyelesaian pekerjaan terus dikebut. Terlebih, tim Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten telah melakukan visitasi untuk menilai kelayakan venue yang akan digunakan dalam Porprov.
“Karena visitasi dari KONI Provinsi Banten pun sudah dilakukan dan kelayakan itu sudah dinilai. Insyaallah kita upayakan untuk segera bisa digunakan minimal di uji coba terakhir,” ungkapnya.
Keabsahan Atlet Diperketat
Selain kesiapan venue, Pemkot Tangsel juga memastikan proses penetapan dan verifikasi administrasi atlet telah dilaksanakan. Keabsahan peserta menjadi perhatian untuk menjamin setiap atlet memenuhi persyaratan yang berlaku dalam Porprov Banten 2026.
Pilar menegaskan, aturan keikutsertaan atlet diberlakukan secara ketat, termasuk terkait domisili dan identitas kependudukan. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi agar atlet yang berlaga benar-benar memenuhi persyaratan mewakili daerahnya.
“Keabsahan terkait memasukkan nama masing-masing atlet. Memang aturannya cukup ketat sekali buat atlet yang di luar Provinsi Banten. Tidak bisa bertanding,” jelasnya.
Menurutnya, proses verifikasi tersebut penting untuk menjaga kualitas kompetisi sekaligus memastikan persaingan berlangsung sesuai regulasi.
Lima Cabor Digelar di Luar Tangsel
Dari 60 cabor yang dipertandingkan, lima di antaranya akan dilaksanakan di luar wilayah Tangsel. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan teknis dan ketersediaan fasilitas pendukung.
Cabang olahraga selancar, misalnya, akan digelar di kawasan Bayah dan Sawarna, Kabupaten Lebak, karena membutuhkan perairan laut sebagai arena pertandingan.
Sementara itu, sejumlah cabor lainnya, termasuk atletik dan gimnastik, juga memanfaatkan fasilitas di luar Tangsel. Adapun pertandingan bowling yang sebelumnya direncanakan berlangsung di WTC Tangerang Selatan dipindahkan ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) karena jumlah atlet yang bertanding membutuhkan tempat yang lebih representatif.
Pilar menjelaskan, penentuan lokasi pertandingan di luar Tangsel telah mempertimbangkan kebutuhan teknis setiap cabor, kelayakan fasilitas, serta kenyamanan atlet agar kompetisi berjalan optimal.
Gandeng Kodiklat TNI hingga Pelaku Usaha
Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Porprov Banten 2026, Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Kodiklat TNI yang menyediakan fasilitas bagi sejumlah cabang olahraga.
Pilar mengapresiasi dukungan tersebut dan menegaskan bahwa kesuksesan Porprov merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah, institusi terkait, maupun masyarakat.
“Kami juga senang bisa Kodiklat bisa ikut terlibat dalam agenda Porprov ini, karena kami menyampaikan bahwa Porprov ini kan milik kita semua, untuk kesuksesan Tangerang Selatan, kesuksesan Banten juga, dan alhamdulillah Kodiklat TNI sangat mendukung sekali,” tuturnya.
Ia turut mengajak masyarakat di seluruh Provinsi Banten untuk meramaikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada atlet yang mewakili daerah masing-masing. Dukungan publik diharapkan dapat meningkatkan semangat atlet sekaligus menciptakan atmosfer kompetisi yang positif.
“Ada 60 cabang olahraga tersebar di beberapa puluh venue se-Tangsel tentu membutuhkan dukungan moral daripada semua masyarakat Banten mendukung para jagoannya supaya bersaing secara sportif, sehat dan juga kompetitif,” katanya.
Di luar kebutuhan pertandingan, Pemkot Tangsel juga menyiapkan dukungan akomodasi dan layanan bagi atlet, ofisial, pelatih, serta penonton. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta pelaku usaha lainnya.
Pilar menyebut, ketersediaan hotel, restoran, kafe, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tangsel menjadi potensi untuk menunjang kebutuhan para tamu sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Pembukaan Porprov Banten 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026 di kawasan Sunburst, BSD. Dengan sisa waktu persiapan yang semakin singkat, Pemkot Tangsel menargetkan seluruh venue rampung dan siap digunakan sesuai jadwal, sehingga penyelenggaraan kompetisi dapat berjalan lancar, aman, dan memenuhi standar pertandingan.(Jod)







