KOTA TANGERANG; Tangeranghits.id- Ratusan warga di kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terpaksa harus mengunakan air bersih pasilitas umum, akibat kemarau berkepanjangan membuat sumur bor milik warga mengering.
Dari informasi yang dihimpun sekitar 250 kepala keluarga (KK) di RW 04 Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, mengalami krisis air bersih sejak awal Oktober 2026.
Ketua RW 04 Panunggangan Utara Asriyanto mengungkapkan, kekeringan yang mulanya hanya berdampak pada belasan rumah di RT 03 kini telah meluas ke lima wilayah RT, yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 07, dan RT 08.
Menurutnya, kekeringan yang dialami oleh warga merupakan kondisi terparah yang pernah terjadi di tahun ini.
“Laporan pertama masuk pada awal Oktober dari RT 03. Namun memasuki pertengahan bulan, krisis air meluas hampir merata di seluruh lingkungan RW 04,” ujar Asriyanto, Minggu 18 Oktober 2026.
Sebelum bantuan dari pemerintah tiba, Kata Asriyanto, warga sempat mengandalkan air dari masjid, mushala, hingga membeli air galon isi ulang. Namun, pasokan air isi ulang kerap terlambat akibat keterbatasan pengiriman dari pihak penjual. Bahkan, sejumlah warga pendatang terpaksa menggunakan fasilitas umum seperti toilet SPBU untuk mandi dan buang air.
Menanggapi krisis tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang baru mulai mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki sejak Sabtu 17 Oktober 2026. Hingga kini, sebanyak tiga unit mobil tangki telah menyalurkan air secara bergantian ke wilayah terdampak.
Kendati demikian, pengurus RT/RW menilai distribusi bantuan air tangki dari BPBD belum maksimal karena jadwal pengiriman yang belum rutin setiap hari.
Pihak RW mengusulkan beberapa langkah konkret kepada Pemerintah Kota Tangerang, berupa penyediaan Toren Permanen di titik strategis RW 04 untuk memudahkan pengambilan air warga.
Selain itu, pembangunan sumur umum sebagai alternatif sumber air darurat saat musim kemarau, serta perluasan jaringan PDAM yang selama ini belum terjangkau.
Warga berharap Pemkot Tangerang segera merespons krisis ini dengan solusi yang berkelanjutan mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital sehari-hari warga.( Dra)







