TANGERANG SELATAN; Tangeranghits.id — Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Bogor menyambangi PBFI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November 2026.
Kunjungan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi. Kedua pengurus PBFI memanfaatkannya untuk bertukar pengalaman, membahas persiapan atlet, hingga mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi menjelang pertandingan.
Ketua PBFI Kota Tangsel Firmanto mengatakan, kunjungan PBFI Kota Bogor merupakan bentuk balasan atas kunjungan PBFI Tangsel ke Kota Bogor sekitar enam bulan lalu.
“Kita pernah kunjungan dari PBFI Tangerang Selatan ke Kota Bogor itu sudah hampir enam bulan yang lalu. Jadi, hingga kini mungkin dari Kota Bogor ke PBFI ini berbalas silaturahmi,” kata Firmanto, yang biasa disapa Firman, di Batalyon Arhanud 1, Pakualam, Serpong Utara, Sabtu 19 September 2026.
Menurut Firman, PBFI Tangsel dan PBFI Kota Bogor sama-sama tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Porprov yang digelar pada November mendatang. Karena itu, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman terkait persiapan pertandingan.
“Yang dibahas itu pertama yang terkait karena kan ini kita Kota Jawa Barat ini Porprovnya sama, bulan November juga. Jadi agar lebih mungkin dari Kota Bogor dengan Tangsel ini saling kolaborasi,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang turut dibahas adalah efisiensi dalam penyelenggaraan pertandingan. Firman mencontohkan adanya perbedaan honor juri yang diterapkan di Tangsel dengan Jawa Barat.
“Contoh, kita mengacu pada SSA Tangsel itu juri itu Rp1,5 juta dengan Rp1,7 juta. Di Jawa Barat dia Rp300 ribu per hari. Nah, ini kan jadi pembahasanlah ya bagi mereka yang masih ada kekurangan, masih ada yang perlu dibahas dengan Tangsel,” ungkapnya.
Meski mengakui masih terdapat sejumlah persoalan, Firman memastikan PBFI Tangsel tetap optimistis menghadapi Porprov 2026.
Ia juga menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan ditujukan kepada individu di tubuh KONI, melainkan terhadap sistem kerja yang menurutnya masih perlu diperbaiki.
“Kalau intinya sih wacana ini bagus. Jawa Barat dan Banten ini sama-sama Porprov, jadi intinya kita positif aja lah. Walaupun di PBFI Tangsel ini keadaannya seperti kurang baik-baik saja, ya PBFI sih tetap optimis lah,” tuturnya.
“Kita juga tidak menyalahkan KONI. Ini KONI ya, bukan di dalam personnya kita tidak menyalahkan, tapi saya menyalahkan dengan sistem kerjaannya di KONI,” sambung Firman.
Minta Dana Atlet Segera Dicairkan
Selain membahas persiapan teknis, Firman berharap anggaran untuk atlet segera dicairkan. Menurutnya, waktu menuju pelaksanaan Porprov semakin dekat sehingga atlet membutuhkan kepastian untuk menjalankan program persiapan.
“Ya, saya berharap untuk Porprov ini dana untuk atletnya segera cair. Gitu aja. Karena ini kan menjelang 54 hari lagi. Kita kan tuan rumah, jangan sampai kita ini sebagai tuan rumah kurang persiapan dan dibikin malu. Yang dibikin malu itu sama kita-kita juga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBFI Kota Bogor Gina Sheilla, yang juga dikenal sebagai Gina Agustin Fitriani, mengatakan kedatangan pihaknya ke Tangsel bertujuan membalas kunjungan sekaligus memperkuat komunikasi antarpengurus PBFI.
“Ya, sebetulnya kedatangan kami dari Kota Bogor ini, PBFI, sekadar membalas silaturahmi dari PBFI Kota Tangsel ke Kota Bogor. Dan yang utamanya lagi, kami ini silaturahmi untuk sharing, karena sama-sama akan melaksanakan Porprov di bulan November nanti,” ujar Gina.
Menurut Gina, sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet dapat membantu masing-masing daerah mengetahui berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki sebelum pertandingan.
“Jadi, akhirnya ketika ada sinergi antara ketua, sesama ketua dari PBFI, sesama pelatih, dan juga atletnya, kita bisa saling support. Apa sih yang menjadi kekurangan-kekurangan,” jelasnya.
Gina menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi PBFI Kota Bogor untuk mendapatkan edukasi mengenai berbagai persiapan yang harus dilakukan atlet sebelum turun dalam pertandingan.
“Kita ke sini hanya ingin mencari edukasi dan silaturahmi sebetulnya, supaya apa sih ketika nanti akan turun, persiapannya, apa saja sih yang harus dipersiapkan,” ujarnya.
Buka Peluang Kolaborasi dan Coaching Clinic
Ke depan, Gina menyebut PBFI Kota Bogor membuka peluang kerja sama dengan PBFI Tangsel, baik melalui kegiatan bersama maupun dukungan terhadap pembinaan olahraga binaraga.
“Insya Allah. Karena saya kan tidak berhenti komunikasi dengan ketua di sini, saya menganggap bahwa beliau itu adalah senior saya dan kakak saya, tentunya ya. Karena saya juga kan masih berjalan dalam waktu dua tahun berjalan,” tuturnya.
“Jadi, ke depannya mungkin kita bisa membuat event sama-sama. Atau juga apa pun, saling support, khususnya di bidang ini ya, di bidang memajukan olahraga binaraga dan PBFI-nya ini,” tambahnya.
Menurut Gina, pembahasan dalam pertemuan tersebut juga diarahkan pada pertukaran ilmu dan pengalaman dalam pembinaan atlet. Ia menilai sinergi diperlukan agar atlet mendapatkan masukan dari pihak lain.
“Kalau kami sih di sini lebih hanya ke yang tadi saya bilang, saling bertukar ilmu,” katanya.
“Bertukar ilmu karena kan gini, setiap atlet merasa dia paling bagus. Tapi belum tentu, kata orang lain. Artinya di sini sinergi ya,” sambungnya.
Pertukaran pengalaman tersebut, lanjut Gina, dapat dikembangkan melalui kegiatan coaching clinic. Program tersebut diharapkan dapat membantu atlet memperbaiki kemampuan sekaligus memperkuat mental sebelum menghadapi pertandingan.
“Kita sharing antara kedua belah pihak. Apa sih kekurangan-kekurangannya dan apa sih kalau misalkan saya kondisinya seperti ini, apa sih yang bisa kamu lakukan. Jadi lebih ke coaching clinic saja. Coaching clinic untuk membagi pengalaman,” ujarnya.
Gina berharap para atlet PBFI semakin bersemangat dan memiliki kesiapan mental menghadapi berbagai event, termasuk Porprov 2026 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan dari situ mereka bisa lebih bersemangat lagi ya. Terutama kembali kepada mental mereka. Kadang-kadang kalau kita sudah dihadapkan dengan event yang besar ini kan banyak drop, pikiran ke mana-mana, jadi kacau gitu kan,” pungkasnya.(Jod)







