KOTA TANGERANG; Tangeranghits.id- Ribuan Pelari dari berbagai daerah mengikuti ajang Ultimate Series 10K yang di gagas oleh Harian Kompas berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang, Minggu 13 September 2026.
Dari 3000 peserta yang mendaftar, 2.882 berhasil mencapai garis finis, dan 58 peserta mengalami cedera ringan satu diantaranya mengalami cedera berat.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan
apresiasi atas gagasan Harian Kompas yang kembali mengelar Ultimate 10K Series yang sebelumnya digelar di Bandung, Surabaya, dan saat ini Kota Tangerang.
“Kita lihat kemajuannya luar biasa. Tahun kemarin kita berkisaran 2.500 peserta dan hari ini 3.000 peserta, itu pun sudah membludak” ujar Sachrudin.
Kegiatan Ultimate Series 10K yang kedua kalinya di Kota Tangerang. Hal ini salah satu bentuk kolaborasi yang memang harus di tingkatkan antardaerah, dan meningkatkan potensi para pelari di wilayahnya masing-masing.
”Kegiatan ini salah satu upaya untuk mengembangkan potensi wisata, khususnya di Kota Tangerang. Kemudian UMKM dan peningkatan perekonomian yang perlu kita kembangkan. Terima kasih juga kepada Bank BJB atas dukungannya yang luar biasa, sehingga pelaksanaan Tangerang 10K ini berjalan dengan baik” ungkap Sachrudin.
Dalam kegiatan ini lanjut Sachrudin, dukungan masyarakat juga begitu bagus karena sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui perangkat daerah, pemerintah daerah, dan para camat dan lurah kepada masyarakat.
“Tadi kita lihat perkembangannya sudah luar biasa ya.Klakson sudah berkurang, Paling satu-dua wajar. Lain dibanding dengan Tangerang 10K yang pertama tahun kemarin.itu Berti masyarakat sudah menerima mengenai kegiatan yang di lakukan di kota Tangerang” ucapnya.
Menurut Sachrudin, kedepannya kegiatan ini perlu ditingkatkan kolaborasi melalui Ultimate 10K Series antar daerah, karena ini sangat mempunyai dampak yang positif untuk perkembangan baik itu dibidang pariwisata, UMKM, dan perhotelan yang paling penting.
“Seperti Kita lihat hotel penuh semua dengan adanya para peserta dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan ini. Hal ini sangat membatu perekonomian di Kota Tangerang” imbuhnya.
Direktur Bisnis Harian Kompas Lukminto Wibowo mengatakan, Kota Tangerang sangat potensi dengan kondisi kebudayaan yang multikultural, hal itu menjadi daya tarik tersendiri, kemudian dengan adanya Bandara Internasional Soekarno Hatta yang berlokasi di Kota Tangerang.
” Dengan adanya potensi-potensi daerah, wisata, dan sebagainya. Nah, ini kami kolaborasi dengan Pak Wali, didukung oleh Bank BJB, untuk mengembangkan potensi pariwisata apa? dari kegiatan ini, jadi sebetulnya kalau lari ini sebetulnya trigger ya, pemicu ya. Trigger kita harus bikin yang bagus, kemudian dampaknya pasti nanti akan kelihatan nyata, entah itu dari dampak ekonomi, sosial, budaya.Tadi disinggung dampak sosial, wah masyarakat belum bisa menerima yang pertama, ternyata yang kedua alhamdulillah sudah bisa, enggak ada klakson, sudah bisa sabar, dan sebagainya” ujar Lukminto.
Menurutnya, edukasi ini terus harus disampaikan kalau ini konsistensi. Insyaallah kalau ini konsistensi pasti dampak akan terasa ke daerah lain, dan masyarakat sendiri pasti akan merasakan.
” Jadi saya dari Kompas di sini yang organize mengucapkan banyak terima kasih sekali kepada Pemkot Tangerang, dan Bank BJB, kepada sponsor lain, dan tentunya yang penting masyarakat Tangerang. Yang sudah mulai welcome, mulai menerima bahwa ini semua untuk kebersamaan kita” terang Lukminto.
Sementara itu, .PLT CEO Regional 4 Bank BJB Rahadian A Hamdani menyampaikan, keterlibatan Bank BJB ini sesuai dengan visi misi yaitu menjadi penggerak dan pendorong laju ekonomi di daerah. Dengan adanya 10K Series ini, menjadi sarana membuka perkembangan ekonomi baik dari sisi transportasi, UMKM, pariwisata yang seperti di sampaikan oleh Wali Kota Tangerang.
“kita akan terus menjadikan ini suatu kesempatan bagi kita untuk mendorong terus kemajuan ekonomi di daerah, selain juga kolaborasi ini merupakan hal yang penting. Ini merupakan kolaborasi tiga pihak yang sangat luar biasa, dan zaman sekarang adalah kolaborasi diperlukan, sehingga kita bisa membuat suatu ekosistem seperti pada hari ini” terang Lukminto.(Dra)







