Bagikan 5.000 Buku Tulis, Wakil Ketua DPRD Tangsel Maria Teresa: Jangan Sampai Anak Kehilangan Kesempatan Belajar

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, Tangeranghits.id — Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Maria Teresa Suhardja. Dalam sepekan terakhir, Maria membagikan sebanyak 5.000 buku tulis kepada para pelajar di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Tangsel.

Bantuan tersebut diberikan kepada siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga para santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes).

Bagi Maria, buku tulis merupakan kebutuhan sederhana yang memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Sebab, tidak semua keluarga memiliki kondisi ekonomi yang memungkinkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anaknya.

“Buku tulis mungkin sederhana, tetapi bagi seorang anak, buku adalah bagian dari proses mereka belajar, menulis, berpikir, dan mengembangkan cita-cita. Kita tidak boleh menganggap kebutuhan pendidikan sebagai sesuatu yang tidak penting,” kata Maria, Kamis 3 September 2026.

Menurut Maria, kepeduliannya terhadap kebutuhan perlengkapan pendidikan semakin menguat setelah muncul pemberitaan di salah satu media online nasional mengenai seorang anak SD yang disebut kesulitan membeli buku dan pena dengan kebutuhan biaya yang bahkan kurang dari Rp10 ribu.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa kebutuhan dasar pendidikan tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Bagi sebagian orang mungkin nilainya kecil. Tetapi bagi keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, kebutuhan seperti buku dan alat tulis tetap bisa menjadi beban,” ujarnya.

Maria menegaskan, pembagian 5.000 buku tulis tersebut bukanlah solusi untuk menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan dan literasi di Kota Tangsel.

Namun, ia berharap langkah sederhana itu dapat memberikan manfaat langsung sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan anak-anak di lapangan.

“Ini adalah langkah kecil. Tetapi saya percaya perubahan juga bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” jelasnya.

Dorong Budaya Literasi di Sekolah dan Pesantren

Maria juga menilai penguatan budaya literasi harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak terbatas pada lingkungan sekolah formal.

Karena itu, distribusi buku tulis turut menyasar pondok pesantren. Menurutnya, para santri juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan kemampuan mereka.

“Anak-anak kita, baik yang belajar di SD, SMP maupun di pondok pesantren, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang. Kita ingin budaya membaca dan menulis tumbuh di semua lingkungan pendidikan,” tuturnya.

Ia berharap kepedulian terhadap pendidikan dan literasi tidak hanya dilakukan oleh dirinya, tetapi dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk mengambil peran.

Menurutnya, dukungan dalam bentuk sederhana sekalipun dapat membantu anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar, menulis, membaca, dan mengembangkan gagasan.

“Jangan sampai seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena tidak memiliki buku untuk menulis. Kalau kita mampu membantu, mari kita bantu,” katanya.

Maria menilai, sebuah buku tulis bukan sekadar kumpulan lembaran kertas. Dari sana, seorang anak dapat menuangkan ide, mencatat pelajaran, menulis impian, hingga menyusun cita-cita untuk masa depan.

“Karena dari sebuah buku tulis, bisa lahir sebuah gagasan, cita-cita, dan masa depan,” pungkasnya.(jod)

Berita Terkait

Progres Venue Porprov Banten 2026 Capai 80 Persen, Tangsel Kebut Penyelesaian Fasilitas
Lewat Inovasi CLBK, Kantah Kota Tangerang Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Rumah Warga
Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi
Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai, Polresta Tangerang Sasar Pengendara Tak Tertib
Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas
Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors
Pelajar SMP di Legok Tewas dalam Kecelakaan, Keluarga Sebut Korban Sempat Dikejar Sekelompok Pelajar
Aksi Kemanusiaan PMI Kecamatan Pinang Salurkan Air Galon Minum Ke Warga Terdampak Krisis Air Bersih

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:50

Progres Venue Porprov Banten 2026 Capai 80 Persen, Tangsel Kebut Penyelesaian Fasilitas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:40

Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:31

Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai, Polresta Tangerang Sasar Pengendara Tak Tertib

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:46

Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:03

Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors

Berita Terbaru