TANGERANG SELATAN; Tangeranghits — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar uji emisi gratis bagi pengguna kendaraan yang melintas di Jalan Pahlawan Seribu, tepatnya di depan Ruko Malibu BSD, Lengkong Gudang, Serpong, Selasa
Kegiatan ini digelar sebagai salah satu upaya mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi dan kelayakan kendaraan yang digunakan sehari-hari.
Kepala DLH Kota Tangerang Selatan, Bani Khosyatullah mengatakan, uji emisi dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan kendaraan, termasuk memastikan kendaraan masih layak digunakan atau membutuhkan perawatan.
“Dalam rangka meningkatkan kesehatan kendaraan. Jadi, kita mengecek kesehatan kendaraan ini, apakah sudah layak, atau perlu dilakukan servis dan sebagainya,” kata Bani.
Bani menjelaskan, layanan uji emisi gratis tersebut terbuka bagi masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Pahlawan Seribu. Kendaraan yang dinyatakan memenuhi standar emisi akan mendapatkan stiker tanda lulus uji emisi.
Selain mendapatkan stiker, pemilik kendaraan juga dapat mengetahui hasil pemeriksaan melalui sistem atau aplikasi yang telah disediakan.
“Jadi nanti bisa diketahui, kendaraan saya ini lulus uji emisi atau tidak,” tambahnya.
Menurut Bani, bukti lulus uji emisi juga memberikan manfaat bagi pemilik kendaraan, khususnya ketika kendaraan digunakan atau diparkir di wilayah yang menerapkan kewajiban uji emisi.
Sebaliknya, kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan dapat dikenakan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku di wilayah yang menerapkan kewajiban tersebut.
“Tetapi kalau misalnya kendaraan parkir di tempat-tempat yang mewajibkan kendaraan lolos uji emisi, kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan bisa dikenakan penindakan sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Bani.
Ia menambahkan, program uji emisi gratis yang dilaksanakan DLH Tangsel dijadwalkan sebanyak tiga kali dalam setahun. Namun, kegiatan serupa juga dapat dilakukan oleh instansi pemerintah lainnya, kementerian maupun pihak swasta.
“Kalau program kita, dalam setahun ada tiga kali. Kalau dari DLH. Mungkin juga ada kegiatan dari dinas lain, kementerian, atau pihak swasta,” terangnya.
Dalam setiap pelaksanaan, DLH Tangsel menargetkan pemeriksaan sebanyak 100 unit kendaraan berbahan bakar solar per hari. Sementara kendaraan berbahan bakar bensin ditargetkan mencapai sekitar 400 unit per hari.
Melalui program tersebut, DLH Tangsel berharap masyarakat semakin sadar pentingnya melakukan perawatan kendaraan secara berkala dan memastikan emisi kendaraan tetap berada dalam batas yang diperbolehkan.
Upaya itu diharapkan turut membantu menjaga kualitas udara serta menekan dampak pencemaran udara di wilayah Kota Tangerang Selatan.(Jod)







