Polda Banten Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas, Banten Aman dan Nyaman

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG; Tangeranghits – Polda Banten terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) demi terciptanya situasi Banten yang aman, nyaman dan kondusif.

Hal tersebut sampaikan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, dalam talk show yang bertajuk “Bersama Jaga Kamtibmas, Banten Aman dan Nyaman” yang disiarkan secara langsung melalui Radio Megaswara Serang 91,4 FM pada Kamis 27 Agustus 2026.

Dalam talk show tersebut, Maruli, menyampaikan berbagai informasi, dan imbauan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di wilayah Banten.

Kabid Humas mengatakan, hingga saat ini secara umum situasi Kamtibmas di wilayah Banten berada dalam keadaan aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat melaksanakan berbagai aktivitas sehari-hari dengan lancar dan nyaman.

“Alhamdulillah, sampai dengan hari ini situasi Banten dalam keadaan aman dan kondusif. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas, bekerja, berusaha dan berinteraksi dengan lingkungan dengan lancar dan nyaman. Kondisi ini tentu tidak terlepas dari kerja keras kepolisian serta dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Maruli, keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat penting, mulai dari menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, hingga segera melaporkan apabila menemukan adanya gangguan keamanan maupun tindak kriminal.

“Apabila masyarakat mengalami atau mengetahui adanya tindak kriminal maupun membutuhkan bantuan kepolisian, jangan ragu untuk melapor. Masyarakat dapat mendatangi kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan Kepolisian 110. Layanan ini gratis dan masyarakat tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Polda Banten juga memberikan perhatian terhadap masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan, khususnya mobil losbak atau mobil bak terbuka. Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan tersebut dapat datang langsung ke Polda Banten untuk melakukan pengecekan dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan yang sah.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan mobil losbak atau mobil bak terbuka agar dapat datang langsung ke Polda Banten. Silakan membawa dan menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan. Kami akan membantu melakukan pengecekan sesuai dengan data dan kendaraan yang ada,” ungkap Maruli.

Polda Banten Peduli Masyarakat Terdampak Kekeringan

Selain menjaga Kamtibmas, Polda Banten juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Banten. Kondisi kekeringan menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami dari Polda Banten tentu merasa prihatin dengan adanya beberapa titik wilayah di Banten yang terdampak kekeringan. Kami memahami dan merasakan bagaimana keresahan masyarakat ketika mengalami kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Maruli.

Sebagai bentuk kepedulian dan respons terhadap kondisi tersebut, Polda Banten bersama Polres jajaran telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Serang, Tirtayasa dan Pontang, dengan total sekitar 59 tangki air.

Maruli menegaskan, kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat ketika membutuhkan bantuan.

“Jika masyarakat membutuhkan bantuan air karena terdampak kekeringan, jangan sungkan untuk menghubungi layanan Kepolisian 110. Kami dari Polda Banten bersama Polres jajaran siap membantu dan akan berupaya merespons kebutuhan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang ada,” katanya.

Jangan Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Dalam kesempatan tersebut, Polda Banten juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan dan berpotensi meluas serta membahayakan masyarakat maupun lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekilas mungkin terlihat sebagai cara yang mudah, tetapi api dapat dengan cepat menyebar dan menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Mari kita jaga lingkungan dan cegah bersama terjadinya kebakaran lahan,” tegasnya.

Polda Banten mengajak masyarakat untuk mengutamakan cara yang aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran dalam melakukan aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan.(dra)

Berita Terkait

Lewat Inovasi CLBK, Kantah Kota Tangerang Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Rumah Warga
Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi
Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai, Polresta Tangerang Sasar Pengendara Tak Tertib
Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas
Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors
Pelajar SMP di Legok Tewas dalam Kecelakaan, Keluarga Sebut Korban Sempat Dikejar Sekelompok Pelajar
Aksi Kemanusiaan PMI Kecamatan Pinang Salurkan Air Galon Minum Ke Warga Terdampak Krisis Air Bersih
Kejari Kabupaten Tangerang Kembalikan Mobil Daihatsu Gran Max kepada Saksi, Tegaskan Layanan Gratis
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:26

Lewat Inovasi CLBK, Kantah Kota Tangerang Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Rumah Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:40

Kemenkum Banten Dorong Paten Tak Berhenti di Atas Kertas, Bidik Hilirisasi dan Nilai Ekonomi

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:46

Forkopimda Gelar Pelatihan Satlinmas, Sachrudin: Kota Tangerang Memiliki 55 Ribu Anggota dan Simpatisan Satlinmas

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:03

Pelajar SMP Tewas Usai Diduga Dikejar Sekelompok Pelajar di Legok, Dua Siswa Diskors

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:12

Pelajar SMP di Legok Tewas dalam Kecelakaan, Keluarga Sebut Korban Sempat Dikejar Sekelompok Pelajar

Berita Terbaru