157 Aparatur Ikuti PKP Banten 2026, Sekda Minta Hasil Pelatihan Berdampak ke Masyarakat

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN; Tangerashits – Sebanyak 157 aparatur dari Pemerintah Provinsi Banten dan tujuh pemerintah kabupaten/kota mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXIII, XXIV, XXV, dan XXVI Tahun 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi membuka pelatihan tersebut di Aula BPSDMD Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Kamis 27 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Deden meminta, peserta tidak menjadikan PKP sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat. Ia mendorong, seluruh peserta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta membangun kemampuan berkolaborasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Jangan hanya sekadar cuma dapat sertifikat, karena ilmu yang penting,” kata Deden.

Menurutnya, peserta harus memanfaatkan proses pembelajaran sebagai ruang untuk mengasah kemampuan dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan kerja.

Maka itu, pembelajaran bersama pelatih, mentor, dan tim penguji diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis masalah, merumuskan solusi, hingga mengambil keputusan secara tepat.

Deden menilai, keseriusan mengikuti seluruh tahapan pelatihan juga menjadi bekal penting dalam pembinaan dan pengembangan karir aparatur. Peserta yang mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh akan memiliki kompetensi lebih baik dalam menjalankan tugas.

“Keberadaan mereka yang telah mengikuti diklat itu pasti akan memiliki kelebihan kalau ikutnya serius. Tapi kalau hanya sekadar mengejar sertifikat, ya jangan salahkan kalau kalah dengan teman-temannya yang lain,” jelasnya.

Selain meningkatkan kompetensi, Deden berharap, pelatihan tersebut mampu membentuk karakter kepemimpinan peserta. Hal itu dapat dilakukan melalui kedisiplinan, proses pembelajaran, serta interaksi antar peserta.

Deden menekankan, pentingnya membangun kebersamaan dan kolaborasi karena aparatur pemerintah tidak dapat menjalankan tugas secara sendiri-sendiri.

“Pemerintah daerah itu atau aparatur itu tidak bisa bekerja sendiri, dia harus berkolaborasi dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Deden menambahkan, pemimpin pengawas harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerjanya. Pemimpin tidak hanya bertugas memberikan arahan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi, menjadi teladan, membangun kepercayaan, dan menggerakkan sumber daya organisasi.

Karena itu, Deden meminta peserta menerapkan hasil pembelajaran melalui aksi perubahan yang nyata setelah kembali ke unit kerja masing-masing. Perubahan tersebut harus memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

“Pastikan perubahan yang peserta lakukan membuat pelayanan lebih mudah, proses lebih cepat, anggaran lebih efisien, dan masyarakat lebih terbantu,” pesannya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Banten, Deni Hermawan mengatakan, PKP bertujuan mengembangkan kompetensi peserta agar memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan struktural. Pelatihan tersebut sekaligus memastikan terwujudnya akuntabilitas jabatan sesuai ketentuan manajemen PNS.

“Pelatihan ini kami arahkan tidak hanya untuk memenuhi standar kompetensi manajerial, tetapi juga membentuk peserta menjadi pemimpin yang mampu menerapkan hasil pembelajaran secara nyata di unit kerjanya. Karena itu, kami mendorong peserta mengikuti seluruh tahapan dengan serius dan menghasilkan aksi perubahan yang memberikan manfaat,” kata Deni.

Deni menjelaskan, PKP menggunakan metode blended learning dengan memadukan pelatihan klasikal dan nonklasikal. Dalam pembelajaran klasikal, peserta diwajibkan menginap di asrama BPSDMD Provinsi Banten.

Pelatihan berlangsung selama 905 jam pelajaran (JP) atau setara 104 hari pelatihan, mulai 21 Juli hingga 26 November 2026. Kegiatan tersebut melibatkan widyaiswara, pakar, praktisi, narasumber, pembimbing, penguji, mentor, pengelola dan penyelenggara pelatihan, penceramah, serta penjamin mutu.

“Melalui proses tersebut, kami ingin memastikan peserta tidak hanya memahami materi secara akademik, tetapi mampu menunjukkan perubahan kepemimpinan dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan organisasi,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Lantik 362 PNS, Bupati Tangerang Tekankan Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik
12 Kelompok Pemuda Terima Hibah YCAF 2026, Pemkab Tangerang Dorong Aksi Nyata Atasi Masalah Lingkungan
Pemkab Tangerang Perkuat Generasi Qur’ani, 76 Peserta Bersaing di STQ Tilawah Gemilang 2026
Tangsel Tambah Anggaran Porprov Rp2,5 Miliar, Total Disiapkan Rp18,5 Miliar
Polresta Tangerang Salurkan 3.000 Liter Air Bersih untuk 300 KK di Sindang Jaya
Hari Santri 2026, Pilar Saga Tekankan Peran Santri Merawat Kebhinekaan di Tangsel
Bupati Tangerang Dorong UMKM Naik Kelas, Tekankan Digitalisasi dan Perluasan Pasar
Urus KIA Gratis! Kecamatan Kelapa Dua Permudah Layanan, Anak Tak Perlu Datang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:48

Lantik 362 PNS, Bupati Tangerang Tekankan Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:01

12 Kelompok Pemuda Terima Hibah YCAF 2026, Pemkab Tangerang Dorong Aksi Nyata Atasi Masalah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:47

Pemkab Tangerang Perkuat Generasi Qur’ani, 76 Peserta Bersaing di STQ Tilawah Gemilang 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:32

Tangsel Tambah Anggaran Porprov Rp2,5 Miliar, Total Disiapkan Rp18,5 Miliar

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:38

Polresta Tangerang Salurkan 3.000 Liter Air Bersih untuk 300 KK di Sindang Jaya

Berita Terbaru