Lestarikan Budaya Lokal, Bupati Tangerang Dorong Seni Tradisional Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN TANGERANG; Tangeranghits.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendorong pelestarian seni dan budaya tradisional sebagai upaya memperkuat identitas lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan Maesyal saat membuka Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten di halaman Kantor Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Rabu 28 Oktober 2026.

Maesyal mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Sangiang yang dinilai mampu menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong melalui kegiatan seni budaya. Menurutnya, penyatuan berbagai kesenian tradisional dalam satu kegiatan menjadi langkah positif untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, saya bangga karena kepala desa dan masyarakatnya sangat terbuka serta peduli terhadap potensi yang ada di desanya. Ada Reog Ponorogo, tari, silat, dan seni budaya lainnya yang disatukan dalam satu tampilan dan terus dilestarikan di Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan, penggalian dan pengembangan potensi desa, baik di bidang seni budaya maupun sektor lainnya, perlu dilakukan secara berkelanjutan. Selain menjaga warisan leluhur, langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang ekonomi, meningkatkan pendapatan warga, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Maesyal juga menilai kegiatan seni budaya dapat menjadi ruang bagi generasi muda dan para pelaku seni untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal kepada masyarakat luas.

“Ini merupakan potensi yang harus dilestarikan, dipelihara, dan dirawat bersama. Kegiatan para pemuda dan pelaku seni budaya harus diwadahi agar bisa turut mendorong roda perekonomian masyarakat Kecamatan Sepatan Timur, khususnya Desa Sangiang,” katanya.

Ia berharap keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa semakin nyata, baik melalui kegiatan sosial, ekonomi maupun pelestarian budaya. Menurutnya, kemajuan desa harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral, spiritual, dan budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Desa Sangiang, Komarullah, mengatakan Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya yang berkembang di Kecamatan Sepatan Timur, khususnya Desa Sangiang.

Ia menegaskan, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga perlu diimbangi dengan upaya menjaga serta mengembangkan seni dan budaya.

“Pemerintah desa tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga terus menguatkan pelestarian seni dan budaya. Kami ingin kegiatan seperti ini membangkitkan semangat masyarakat sekaligus menjaga warisan seni budaya yang ada,” jelas Komarullah.

Tinjau Jembatan dan Jalan, Bupati Siapkan Perbaikan

Usai membuka kegiatan tersebut, Maesyal melanjutkan kunjungan dengan meninjau jembatan di dekat SMP Negeri 1 Sepatan Timur serta kondisi jalan di kawasan Tanah Merah.

Dalam peninjauan itu, ia melihat langsung kondisi infrastruktur yang digunakan masyarakat, termasuk jembatan yang menjadi akses penting bagi para pelajar menuju sekolah.

Maesyal mengatakan, sejumlah titik infrastruktur telah memasuki proses pembangunan, sementara beberapa lokasi lainnya masih membutuhkan perbaikan dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti melalui program pembangunan.

“Jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang mau sekolah ke SMP Negeri 1 Sepatan Timur. Tadi sudah saya lihat, memang ada yang dalam proses pembangunan. Ke depan, masih ada beberapa titik lagi yang harus kita perbaiki. Insyaallah akan kita programkan agar bisa dibangun sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat langsung kebutuhan warga di lapangan, terutama terkait aksesibilitas dan keselamatan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melalui pelestarian seni budaya dan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Tangerang diharapkan dapat mendorong kemajuan desa yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan identitas budaya, partisipasi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal.(zie)

Berita Terkait

Lantik Pengurus Pramuka 2025–2031, Bupati Tangerang Bidik Pembinaan Karakter hingga Perguruan Tinggi
SI-CAMAT Hadir di Serpong, Pantau Realisasi Anggaran dan Cegah Keterlambatan Program
Lantik 362 PNS, Bupati Tangerang Tekankan Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik
12 Kelompok Pemuda Terima Hibah YCAF 2026, Pemkab Tangerang Dorong Aksi Nyata Atasi Masalah Lingkungan
Pemkab Tangerang Perkuat Generasi Qur’ani, 76 Peserta Bersaing di STQ Tilawah Gemilang 2026
Tangsel Tambah Anggaran Porprov Rp2,5 Miliar, Total Disiapkan Rp18,5 Miliar
Polresta Tangerang Salurkan 3.000 Liter Air Bersih untuk 300 KK di Sindang Jaya
Hari Santri 2026, Pilar Saga Tekankan Peran Santri Merawat Kebhinekaan di Tangsel

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:18

Lantik Pengurus Pramuka 2025–2031, Bupati Tangerang Bidik Pembinaan Karakter hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:23

Lestarikan Budaya Lokal, Bupati Tangerang Dorong Seni Tradisional Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:10

SI-CAMAT Hadir di Serpong, Pantau Realisasi Anggaran dan Cegah Keterlambatan Program

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:48

Lantik 362 PNS, Bupati Tangerang Tekankan Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:01

12 Kelompok Pemuda Terima Hibah YCAF 2026, Pemkab Tangerang Dorong Aksi Nyata Atasi Masalah Lingkungan

Berita Terbaru